| 0 komentar ]


Sosialisme Utopis atau Sosialisme Utopia adalah sebuah istilah untuk mendefinisikan awal mula pemikiran sosialisme modern. Para sosialis utopis tidak pernah benar-benar menggunakan ini untuk menyebut diri mereka; istilah "Sosialisme Utopis" awalnya diperkenalkan oleh Karl Marx dan kemudian digunakan oleh pemikir-pemikir sosialis setelahnya, untuk menggambarkan awal kaum sosialis intelektual yang menciptakan hipotetis masa datang dari penganut paham egalitarian dan masyarakat komunal tanpa semata-mata memperhatikan diri mereka sendiri dengan suatu cara dimana komunitas masyarakat seperti itu bisa diciptakan atau diperjuangkan. Kata utopia sendiri diambil dari kisah pulau Utopia karangan Thomas Moore.


Sosialisme Utopia ?
Sosialisme Utopis atau Sosialisme Utopia adalah sebuah istilah untuk mendefinisikan awal mula pemikiran sosialisme modern. Para sosialis utopis tidak pernah benar-benar menggunakan ini untuk menyebut diri mereka; istilah "Sosialisme Utopis" awalnya diperkenalkan oleh Karl Marx dan kemudian digunakan oleh pemikir-pemikir sosialis setelahnya, untuk menggambarkan awal kaum sosialis intelektual yang menciptakan hipotetis masa datang dari penganut paham egalitarian dan masyarakat komunal tanpa semata-mata memperhatikan diri mereka sendiri dengan suatu cara dimana komunitas masyarakat seperti itu bisa diciptakan atau diperjuangkan. Kata utopia sendiri diambil dari kisah pulau Utopia karangan Thomas Moore.
Karena Sosialisme utopis ini lebih merupakan sebuah kategori yang luas dibanding sebuah gerakan politik yang spesifik, maka sebenarnya sulit untuk mendefinisikan secara tepat istilah ini. Merujuk kepada beberapa definisi, desinisi sosialisme utopis ini sebaiknya melihat para penulis yang menerbitkan tulisan-tulisan mereka pada masa antara Revolusi Perancis dan pertengahan 1930-an. Definisi lain mengatakan awal mula sosialisme utopis jauh lebih ke masa lalu, dengan mengambil contoh bahwa figur Yesus adalah salah satu diantara penganut sosialisme utopis. Sejak pertengahan abad 19 dan selanjutnya, cabang-cabang sosialisme yang lain jauh melebihi versi utopisnya, baik dalam perkembangan pemikirannya maupun jumlah penganutnya. Para sosialis utopis sangat penting dalam pembentukan pergerakan modern bagi komunitas intentional dan koperasi, techno komunisme.
Sudah sejak abad XV kaum sosialis-utopis dengan tajam mengkritik masyarakat borjuis, mengkritik ketimpangan, ketidakadilan, dan semuanya berkeinginan mengubah masyarakat borjuis menjadi masyarakat yang adil, masyarakat sosialis. Mereka berbeda dalam menetapkan sumber kemelaratan rakyat. Thomas More, Campanella dan Jean Meslier menganggap kemelaratan bersumber pada pemilikan perorangan; Saint-Simon, Charles Fourier dan Robert Owen mengkritik sistim kapitalis; Robert Owen dan Jean Meslier menganggap kemelaratan rakyat bersumber pada ketidaktahuannya rakyat. Sementara tokoh-tokoh sosialis-utopis seperti Owen dan Saint-Simon telah mengakui adanya kelas-kelas dan kontradiksi-kontradiksi kelas, walaupun tidak satupun dari mereka yang berpendirian bahwa perjuangan kelas dalam masyarakat berkelas adalah tenaga penggerak perkembangan masyarakat. Bahkan Owen berusaha penghapusan kontradiksi-kontradiksi kelas dengan penyebaran ilmu pengetahuan, dan Saint-Simon mau membangun sosialisme atas prinsip perdamaian kelas. Walaupun sebagian kaum sosialis-utopis mengakui adanya kelas-kelas dan kontradiksi-kontradiksi kelas dalam
masyarakat, tetapi mereka tidak mengakui perjuangan kelas sebagai tenaga penggerak perkembagan masyarakat dalam masyarakat berkelas. Disinilah letak perbedaan fundamental antara sosialisme ilmiah dan sosialisme utopis.

Apa Tujuan Mereka ?
Sosialis Utopan mempunyai tujuan, yaitu :
•Menghilangkan hak privat dan kompetisi
•Memperlakukan setiap orang secara sederajat
•Kehidupan komunal

Siapa Tokoh-Tokohnya ? dan Gerakan Yang Mereka Lakukan untuk Mencapai Tujuan ?
1.Thomas More (1478-1535)
Utopis adalah Thomas More (1478-1535), seorang sarjana humanis Inggris. Setelah memangku berbagai jabatan tinggi, Thomas More dihukum mati karena menentang pengangkatan raja Henry VIII menjadi kepala agama pada tahun 1534. Dalam karya-karyanya Thomas More mengkritik hubungan-hubungan kapitalis yang sedang berkembang pada masa itu, dan membeberkan kemelaratan yang dihadapi rakyat. Ungkapan terkenal Thomas More adalah “domba-domba memakan manusia” yang dia pakai untuk melukiskan metode barbar yang dipakai pada masa kelahiran dan perkembangan kapitalisme di Inggris—ketika para tuan tanah mengusir kaum tani dari tanah-tanah mereka, membakari ladang-ladang kaum tani dan mengubahnya menjadi padang rumput bagi penggembalaan domba-domba. Thomas More memandang, bahwa sebab-sebab pokok dari semua bencana masyarakat adalah pemilikan pribadi (perorangan).

2.Giovanni Domenico Campanella (Tommazo Campanella) (1568-1639)
Di samping Thomas More, terdapat Giovanni Domenico Campanella (Tommazo Campanella) (1568-1639), seorang utopis, seorang komunis utopis Italia. Di masa mudanya Campanella belajar filsafat dalam sebuah biara. Dia mempelajari Aristoteles dan para teolog abad pertengahan seperti Thomas Aquinas dan lain-lain. Karena pengaruh dari filsuf alam Italia, Tolezia, Campanella menyeberang ke kubu penentang gereja. Pada tahun 1591, Campanella menerbitkan buku berjudul Filsafat yang Dibuktikan dengan Bantuan Perasaan (Philosophia Sensibus Demonstrata), yang ditujukan untuk menentang filsafat jaman pertengahan, dan membela filsafat alam Telezia. Tulisan-tulisannya mengkritik pandangan-pandangan skolastik, menolak pandangan-pandangan Aristoteles, membela pandangan-pandangan Galilei Galileo, dan menganjurkan agar melakukan pengenalan sesuatu melalui kenyataan dan menyerukan agar mempelajari alam semesta.
Campanella adalah seorang politikus yang progresif dan patriotik. Pada masa itu, Italia berada di bawah kekuasaan Sepanyol. Campanella berjuang melawan penindasan Sepanyol, menjadi pemimpin organisasi rahasia yang bertujuan membebaskan Itali. Karena pengkhianatan, organisasi itu dihancurkan. Tahun 1602 Campanella dijatuhi hukuman seumur hidup, dan dibebaskan setelah 27 tahun dipenjara. Dalam penjara dia menulis karya-karyanya yang terkenal, yaitu Pembelaan Atas Galileo (Apologia pro Galileo), dan Kota Surya (La Citta del Sole). Dalam Kota Surya dia menguraikan khayalannya tentang masyarakat komunis yang utopis. Dia mengkritik masyarakat penghisap. Menurut Campanella, kemelaratan yang luar biasa menyebabkan orang menjadi bajingan, pelit, licik, perampok, tukang tipu muslihat, berakal busuk, sampah masyarakat dan pembohong. Adanya kekayaan yang melimpah ruah menyebabkan orang menjadi sombong, tinggi-hati, awam, karena orang-orang membuat keputusan tentang sesuatu yang sebenarnya tidak dia pahami, pengkhianat-pengkhianat, pembohong, pembual, orang-orang yang tak mengenal belas kasihan, temperamental dan lain-lain. Campanella secara tangguh membela pandangan bahwa di dalam masyarakat di mana tidak ada pemilikan pribadi (perorangan), tidak ada ketimpangan masyarakat dan tidak ada ketimpangan penghidupan. Dalam keadaan demikian ilmu pengetahuan, tekhnik dan kesenian akan berkembang dengan pesat. Ide-ide Campanella adalah pernyataan isi hati dan harapan dari kaum miskin pedesaan dan para intelektual lapisan bawah di Italia pada akhir abad XVI sampai permulaan abad XVII. Ide-ide utopis Campanella mengenai masyarakat adil di masa depan hanyalah rekaan, khayalan semata-mata, tidak didasarkan pada pengetahuan tentang hukum perkembangan masyarakat yang riil.

3.Claude Henry Saint-Simon (1760-1825)
Dia adalah seorang sosialis-utopis yang besar di abad XIX. Pandangan-pandangan sosialnya lahir pada masa kelas proletar masih belum berkembang dan meluas. Bertentangan dengan pandangan-pandangan sosial masa itu yang membela sistem penghisapan borjuis, Saint-Simon mengkritik hal itu dan memimpikan suatu masyarakat yang adil—mengkritik sistim kapitalis dan ingin menggantikannya dengan sistim sosialis. Saint-Simon berusaha memberi dasar pandangan dari perkembangan sejarah. Menurut Saint-Simon, setiap sistem masyarakat pada masa lahirnya merupakan langkah maju ke depan dalam proses perkembangan sejarah.
Saint-Simon menentang para pendahulunya, terutama Rousseau, yang menganggap bangunan masyarakat yang ideal adalah masyarakat kekeluargaan. Bertolak dari teorinya tentang kemajuan sejarah, Saint-Simon menyatakan bahwa jaman keemasan akan tiba di masa datang. Walaupun demikian, sebagaimana kaum materialis Perancis pada masa itu, dalam pemahaman tentang tenaga penggerak perkembagan masyarakat, Saint-Simon masih berdiri pada posisi idealis. Menurutnya, kemajuan ilmu menentukan perkembangan masyarakat. Menurut pandangannya, sejarah melalui tiga fase perkembangan, yakni fase teologi (periode kekuasaan sistem keagamaan, termasuk didalamnya masyarakat perbudakan dan masyarakat feodal), fase metafisika (periode keruntuhan sistim feodal dan teologi), dan fase positif (bangunan masyarakat di masa depan, yang didasarkan pada ilmu pengetahuan).

4.Charles Fourier (1772-1837)
Seorang tokoh sosialis-utopis Perancis. Fourier dengan sangat tajam mengkritik masyarakat borjuis. Fourier mengungkap kontradiksi antara ide-ide dan pernyataan-pernyataan para ideolog revolusi Perancis mengenai persamaan, persaudaraan dan keadilan, serta terjadinya kemelaratan di bidang material dan moral dalam masyarakat borjuis. Fourier menulis, masyarakat borjuis adalah kotor, penuh dengan pencemaran. Dalam susunan masyarakat seperti itu, di satu sisi terjadi kemiskinan dan di sisi lain terjadi penumpukan kekayaan yang melimpah ruah. Susunan masyarakat seperti itu merusak manusia, menindas perasaan, keinginan dan pikiran. Kebahagiaan seseorang dalam susunan masyarakat borjuis didasarkan pada ketidakbahagiaan orang lain. Fourier dipengaruhi oleh ajaran kaum materialis Perancis mengenai peranan pendidikan. Dengan mendasarkan pada keharusan munculnya masyarakat sosialis, Fourier mengembangkan ajaran tentang kesukaan dan kegemaran manusia. Kaum moralis, sampai saat itu sudah banyak menulis tentang sifat-sifat kotor, sifat-sifat ceroboh manusia. Menurut Fourier, sebenarnya, yang kotor itu justru adalah masyarakatnya itu sendiri. Semua sifat manusia adalah baik. Masalahnya adalah bagaimana menciptakan masyarakat yang sedemikian rupa, hingga memenuhi keinginan manusia, memenuhi kebutuhan perkembangannya, memenuhi kebutuhannya untuk maju. Fourier melukiskan masyarakat masa depan dengan unsur-unsur dasarnya adalah phalanx, yang terdiri dari berbagai susunan badan produksi. Setiap anggota phalanx mempunyai hak untuk bekerja. Dibimbing oleh keinginannya, setiap anggota phalanx dengan sukarela bebas masuk ke dalam salah satu unit produksi. Kerja dalam phalanx adalh kebutuhan, keharusan untuk menghasilkan barang kebutuhan manusia. Sosialisme Fourier adalah sosialisme-utopis. Fourier mengambil sikap menentang revolusi dengan kekerasan. Karena kecewa atas revolusi Perancis, Fourier memikirkan propaganda secara damai untuk menyebarkan ide-idenya, untuk mengorganisasi masyarakat sosialis di masa depan.

5.Jean Meslier (1664-1729)
seorang materialis, ateis, komunis-utopis Perancis. Dalam tulisan-tulisannya, Jean Meslier menyatakan protes yang keras terhadap agama, kebatinan, gereja dan semua bangunan masyarakat feodal. Meslier memandang kejahatan yang pokok adalah pembagian kekayaan yang tidak seimbang, tidak merata di antara rakyat. Adapun penyebab kejahatan itu adalah hak milik perorangan. Raja-raja, kaum bangsawan, agama telah merampas, menguasai semua kekayaan yang diperoleh dari tanah. Sisa yang tinggal pada rakyat hanyalah kerja, penderitaan dan kemelaratan. Menurut Meslier, agama, terutama Kristen adalah hikayat yang hina, keji, yang direka-reka, dikarang-karang oleh para pendeta, terutama untuk menguasai rakyat dalam keadaan dunggu dan bebal serta patuh. Untuk menghancurkan ketidaksamaan, kaum melarat harus bersatu dan menggulingkan kekuasaan tirani. Menurut Meslier, masyarakat yang adil di masa depan adalah masyarakat yang berbentuk federasi dari komune-komune yang semua anggotanya bekerja dan dengan hak yang sama dapat menggunakan barang kebutuhan sehari-hari. Pandangan-pandangan sosial Meslier termasuk ke dalam ideologi tani (borjuis kecil), yakni pandangan komunisme sama rata. Sebagaimana Spinoza, Meslier dengan tandas mengkritik dualisme Descartes yang mengakui sifat materiil dan sifat fananya jiwa. Materialisme Meslier berhubungan erat dengan ateismenya yang militan, sama halnya dengan semua materialisme pra-Marx yang metafisis dan terbatas. Pandangan-pandangan sosialnya adalah idealis. Menurut Meslier, penderitaan rakyat disebabkan oleh tidak adanya pendidikan, penipuan yang dilakukan pemerintah dan gereja.

6.Robert Owen (1771-1858)
Seorang tokoh sosialis-utopis yang besar di abad XIX. Sebagai sorang pabrikan, selama tahun 1800 sampai tahun 1829, Robert Owen telah bertindak memperpendek jam kerja di pabriknya menjadi 10.5 jam sehari, dari yang biasanya 13-14 jam sehari pada masa itu. Robert Owen mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki penghidupan kaum pekerja dengan jalan mendirikan sekolah-sekolah, penitipan anak-anak dan taman kanak-kanak bagi anak-anak kaum buruh. Lama kelamaan, dari sifatnya yang filantropis Owen berubah jadi penganut komunisme.
Dalam pandangan-pandangan sosialnya Robert Owen terpengaruh oleh kaum materialis Perancis abad XVIII. Robert Owen menyatakan bahwa manusia adalah produk dari keadaan disekitarnya. Dari semua kebiasaan jelek dan kekurangan rakyat, yang bersalah itu bukanlah orangnya, tetapi susunan masyarakatnya di mana mereka hidup.Kejahatan rakyat “adalah kejahatan masyarakat itu sendiri, bukanlah kejahatan pribadi seseorang. Ubahlah syarat-syarat kehidupan material masyarakat, perbaikilah susunan masyarakat, maka akan berubah pula keinginan dan kesukaan rakyat”.

Coba anda jelaskan beberapa teori Marxisme, terutama yang tercantum dalam buku “Das Kapital”, seperti :

a.Historis Meterialisme

Pengertian : Menurut Marx, sejarah umat manusia ditentukan oleh materi/benda dalam bentuk alat produksi. Alat produksi ini untuk menguasai masyarakat. Alat produksi adalah setiap alat yang menghasilkan komoditas. Komoditas diperlukan oleh masyarakat secara sukarela. Bagi Marx fakta terpenting adalah materi Ekonomi. Makanya teori Marx ini juga dikenal dengan determinisme ekonomi
Materliasme Sejarah merupakan sebuah teori yang menjelaskan bahwa sejarah umat manusia ditentukan oleh materi (benda). Material di sini adalah benda yang mempunyai arti penting dalam masyarakat yaitu alat produksi (means of production). Hal penting pada masa tersebut adalah siapa yang menguasai alat produksi maka ia/mereka akan menguasai masyarakat. Alat produksi adalah setiap alat yang menghasilkan produk/komoditas. Para pemilik alat produksi adalah orang kaya dan yang tidak memiliki alat produksi adalah orang yang ditindas dan dipaksa (terpaksa?) bekerja. Dalam materialisme sejarah-nya Marx mengungkapkan selalu adanya konflik antara pemilik dan bukan pemilik alat produksi yang tiada henti-hentinya.

Marx membagi lima kelas masyarakat berdasarkan means of production:
1. Masyarakat agraria primitif: Alat produksinya adalah tanah.
2. Masyarakat perbudakan: Alat produksinya adalah budak itu sendiri.
3. Masyarakat feodal: Alat produksinya adalah tanah.
4. Masyarakat borjuis: Alat produksinya adalah industri.
5. Masyarakat komunis (cita-cita Marx): Tidak ada lagi kepemilikan alat-alat produksi oleh individu atau kelompok masyarakat.

b.Teori Nilai Lebih (Mehrwert theory)

Kotradiksi yang terjadi antara buruh dan majikan telah memberikan akibat-akibat yang merugikan kehidupan kaum buruh karena mereka memang berada dalam posisi yang dilemahkan. Akibat tindakan majikan yang menekan upah buruh serendah-rendahnya berakibat tidak sebandingnya nilai kerja yang dilakukan dengan upah yang diterima kaum buruh. Sehingga secara tidak langsung, majikan telah merampok hak yang sebenarnya menjadi hak kaum buruh. Inilah yang dimaksud dengan teori nilai lebih.
Untuk menghitung niali tenaga kerja dapat digunakan teory Locke “Labor theory of value,untuk menentukan nilai suatu benda dapat dihitung dari nilai tenaga kerja yang diserap oleh benda itu. Dengan kata lain semakin komoditi itu memerlukan tenaga kerja ,maka semakin mahal komodity tersebut .Komodity = Bahan mentah + alat produksi + Buruh . Harga bahan mentah dan alat produksi bersifat tetap. Sisa nilai tenaga kerja dengan niali buruh diambil oleh kaum majikan sebagai keuntungan. Disinailah terjadinya penindasan dimana majikan memeras buruh karena gaji yang dibayarkan oleh majikan kepada buruh itu hanya pas–pasan tidak wajar . dan ini bertentangan dengan hak Azazi manusia.
Franz Magnis Suseno (2005:186), mengatakan bahwa : “Mari kita andaikan bahwa yang berhasil diproduksikan dalam delapan jam itu bernilai Rp. 20.000. Padahal upah yang diterima hannyalah Rp. 10.000. Untuk menciptakan nilai yang seimbang dengan upahnya sebenarnya buruh hannya perlu bekerja selama empat jam. Tetapi karena ia sudah menjual seluruh tenaga kerja kepada majikan ia harus menghabiskan seluruhnya, artinya, ia harus bekerja delapan jam (atau lebih, andai kata itu mungkin). Pekerjaan empat jam melebihi apa yang perlu untuk menggantikan tenaga kerja buru itu adalah nilai lebih. Jadi nilai lebih adalah : diferensi antara nilai yang diproduksikan selama satu hari oleh seorang pekerja dan biaya pemulihan tenaga kerjanya.

c.Teori Konflik dan Revolusi Kaum Proletar.

Menurut Marx dalam sejarah manusia dipenuhi oleh konflik sosial. Teori Marx menyatakan hanya ada dua kelas dalam masyarakat (kelas borjuis dan kelas proletar). Revolusi proletar memusnahkan /menghilangkan satu kelas (kelas borjuis). Materialisme sejarah berhenti setelah terjadinya revolusi. Paska revolusi tidak ada lagi perjuangan kelas. Garis besar teori Marx tentang konflik mencakup beberapa pokok bahasan : Penyebab konflik, siapa yang konflik intensitas konflik dan penyelesaian konflik.

I. Apa penyebab terjadinya konflik.

Konflik terjadi karena faktor ekonomi (determinasi ekonomi). Yang dimaksud dengan Faktor ekonomi disini adalah penguasaan terhadap alat produksi. Sumber konflik itu sendiri dapat dikaji dari teori perjuangan kelas yang dikemukakan oleh Marx. Menurutnya sejarah manusia itu dipenuhi oleh perjuangan kelas. Antara kebebasan dan perbudakan, bangsawan dan kampungan, tuan dan pelayan, Kepala serikat pekerja dan tukang. Dengan kata lain posisi penekan dan yang ditekan selalu bertentangan (konflik) dan tidak terputus.(The Manifesto dikutip dari PPB A Suhelmi 269). Perjuangan kelas bersifat inheren dan terus menerus. Penekanan itu dapat berupa penindasan. Marx juga melihat bahwa perkembangan selalu terjadi dalam konflik kelas yang terpolarisasi antara kelas yang bersifat salaing menindas. Hubungan antara kelas ini menurut Marx akan menciptakan Antagonisme kelas yang melahirkan krisis revolusioner. Revolusi yang dimaksud oleh Marx tentunya bukan revolusi damai, melainkan revolusi yang bersifat kekerasan. (PBB A Suhelmi 270). Konflik terjadi karena adanya penindasan yang dilakukan oleh kaum borjuis yang memiliki alat–alat produksi kepada kaum proletar atau buruh yang bekerja untuk para borjuis dapat dijelaskan melalui “The Theory of Surplus Value” .

II. Siapa yang konflik ?

Konflik terjadi antara dua kelas (Borjuis dan Proletar). Konflik ini bersifat mendalam dan sulit diselesaikan. Perbedaannya bukan dalam cara hidup melainkan perbedaan dalam kesadaran kelas. Dalam teori Marx eksistensi sosial menentukan kesadaran dan perbedaan kelas (kaya miskin) .Perbedaan ini mencakup dalam materi dan psikologi. Perbedaan antara kelas borjuis dan kelas proletar tidak hany terdapat pada cara hidup melainkan juga cara berfikir. Orang komunis menganggap penting kesadaran, makanya mereka mementingkan sosialisasi dan indoktrinasi dan Brainwashing.

III. Sejauhmana intensitas konflik tersebut

Intensitas konflik mengakibatkan adanya kelas yang ditindas (proletar ditindas oleh borjuis)

IV. Bagaimana penyelesaian konflik tersebut.

Konflik akan mengakibatkan kesadaran para kaum proletar nantinya berada dalam kondisi yang sama. Penindasan akan mengakibatkan frustrasi, dan frustrasi akan mengakibatkan revolusi. Revolusi proletarlah nantinya yang akan menyelesaikan konflik.

Revolusi Kaum Proletar

Kapitalisme menciptakan suatu kondisi dimana hanya tinggal dua kelas. Kelas pemodal yang jumlahnya sedikit dan semakin kaya dan kelas proletar yang jumlahnya banyak yang semakain miskin. Kapitalisme juga menghasilkan barang yang menumpuk tetapi para proletar tidak mampu membelinya . Kondisi mendorong para proletar kepada dua pilihan: Mati atau memberontak dan melakukan revolusi.(Magniz). Revolusi proletar menjadi suatu peristiwa penting yang mengubah teori –teori marx sebelumnya seperti dalam Marterialisme sejarah. Revolusi ini juga menghapuskan kelas dari dua kelas (Borjuis –Proletar) menjadi satu kelas (proletar). Alat produksi tidak lagi berada di tangan rakyat yangdigunakan sebagai alat penindasan melainkan di tangan Negara (Maswadi). Revolusi proletar sebagai titik awal menghilangnya kelas dalam masyarakat (Classless) yang diikuti dengan menghilangnya peran negara secara pelan–pelan (the withering away of the state) (Maswadi)

Bagaimana bentuk gerakan perbaikan kesejahteraan kaum buru di Inggris ? Jelaskan mengapa bentuk politik parlementer yang dipilih ? Sebutkan beberapa Perdana Mentri yang berasal dari Partai Buruh, dan apa jasa-jasa mereka ?

Bentuk Perbaikan kesejahteraan Kaum Buru di Inggris

Setelah revolusi industri berkembang pesat, adakah dampaknya bagi umat manusia? Dampak positif revolusi industri bagi umat manusia terasa dalam berbagai bidang, yaitu :
1.Munculnya industri secara besar-besaran.
2.Peningkatan mutu hidup, hidup menjadi lebih dinamis, manusia bisa menciptakan berbagai produksi untuk memenuhi kebutuhannya.
3.Harga barang menjadi murah? Coba bayangkan berapa ongkos produksi sehelai baju yang diproduksi dengan mesin dibandingkan produksi dengan alat-alat tradisional!
4.Meningkatnya urbanisasi ke kota-kota industri
5.Berkembangnya kapitalisme modern
6.Golongan kapitalis mendesak pemerintah untuk menjalankan imperialisme modern.

Dampak negatif revolusi industri khususnya di Inggris adalah upah buruh yang murah menyebabkan timbulnya keresahan yang berakibat pada munculnya kriminalitas dan kejahatan. Upaya untuk memperbaiki nasib buruh dan masalah sosial di Inggris melahirkan aliran sosialisme dan revolusi sosial yang ditandai dengan keluarnya undang-undang berikut ini:
1.Catholic Emancipation Bill (1829) menetapkan hak yang sama bagi umat protestan dan katolik untuk menjadi pegawai negeri dan anggota parlemen. Sebelumnya berlaku Test Act sejak tahun 1673 yang melarang umat katolik menjadi pegawai negeri dan anggota Parlemen, sehingga mereka banyak yang pindah terutama ke Amerika.

2.Abolition Bill (1833) berisi penghapusan system perbudakan di daerah jajahan Inggris.

3.Factory Act (1833) yang menetapkan:
a.Anak-anak yang berusia 9 tahun tidak boleh dipekerjakan sebagai buruh perusahaan dan tambang.
b.Anak-anak di atas usia 9 tahun boleh bekerja 9 jam sehari dengan 2 jam mendapat pendidikan dari majikan.
Pada tahun 1842 muncul undang-undang yang melarang kaum wanita dan anak-anak untuk bekerja di perusahaan tambang. Mengapa demikian? karena keadaan yang menyedihkan seperti pada gambar 1.6 di samping mereka bekerja di lorong-lorong pertambangan yang gelap di bawah tanah dengan badan dirantai. Bekerja lebih dari 10 jam per hari dengan gaji rendah.

4.Poor Law (1834) berisi pendirian rumah-rumah bagi pengemis dan penganggur agar tidak berkeliaran. Bantuan bagi yang berusia lanjut serta perawatan bagi penganggur dan pengemis yang cacat atau sakit.

5.Cornlaw (1815 – 1846)
Pelarangan import gandum dari luar negeri

0 komentar

Poskan Komentar